JAKARTA - Regenerasi petani menjadi fokus utama pemerintah dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian di Indonesia.
Saat ini, sektor pertanian dihadapkan pada tantangan besar: mayoritas petani yang ada adalah kelompok usia lanjut, sementara generasi muda kurang tertarik untuk terlibat dalam dunia pertanian.
Untuk itu, peran petani milenial menjadi semakin penting untuk menjamin produktivitas sektor pertanian dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Menurut Sugeng Harmono, Asisten Deputi Cadangan dan Bantuan Pangan Kemenko Pangan, saat ini sekitar 65,4 persen petani di Indonesia berusia di atas 45 tahun.
"Regenerasi petani ini penting karena kita aging, petani-petani kita banyak yang bukan dari kalangan milenial," ungkapnya. Sugeng menambahkan, kondisi ini memicu pemerintah untuk meluncurkan berbagai program yang mengajak generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.
Angka Kebutuhan Petani Milenial Meningkat: Fokus pada Penggunaan Teknologi
Sugeng Harmono juga menyampaikan bahwa sekitar 46 sampai 50 persen petani yang ada saat ini berusia lebih dari 46 tahun, yang menjadi alasan kuat mengapa petani milenial dibutuhkan.
Regenerasi ini tidak hanya sekadar melibatkan generasi muda dalam aktivitas bertani, namun juga memanfaatkan teknologi pertanian yang lebih modern untuk meningkatkan produktivitas.
“Untuk menarik minat generasi muda, Kementerian Pertanian melalui Balai Sumber Daya Manusia Pertanian menginisiasi berbagai program yang berbasis teknologi, yang memungkinkan mereka untuk lebih mudah terjun ke dunia pertanian,” kata Sugeng.
Dengan pendekatan ini, diharapkan sektor pertanian tidak hanya berkembang dari sisi kualitas sumber daya manusia, tetapi juga dari aspek teknologi yang dapat meningkatkan efisiensi dan hasil produksi.
Pembentukan Brigade Pertanian dan Pemberdayaan Petani Milenial
Selain program berbasis teknologi, pemerintah juga berupaya mengoptimalkan Brigade Pertanian yang melibatkan petani muda untuk bekerja di kawasan pangan yang tengah dikembangkan. Brigade ini bertujuan untuk meningkatkan pengelolaan lahan pertanian, dengan fokus pada sektor pangan, air, dan energi.
Salah satu proyek yang mencolok adalah pengembangan hortikultura di Humbang Hasundutan, yang melibatkan banyak petani milenial.
Sugeng juga menambahkan, “Termasuk di Humbang Hasundutan dengan komoditas hortikultura, kita libatkan petani-petani milenial.” Inisiatif ini menjadi contoh nyata bagaimana generasi muda dilibatkan dalam proyek pengembangan sektor pertanian yang lebih modern dan inovatif.
Mencari Role Model Petani Muda: Membangun Inspirasi untuk Generasi Selanjutnya
Untuk memperkuat inisiatif ini, pemerintah juga gencar mencari figur-figur petani muda yang sukses dan mampu menjadi inspirasi bagi generasi lain. Petani muda champion ini diharapkan bisa dijadikan contoh dalam pengembangan pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Beberapa petani muda yang berhasil menjalankan bisnis pertanian dengan baik sudah diangkat menjadi role model oleh pemerintah. “Beberapa petani muda yang berhasil kita jadikan champion sebagai contoh pengembangan pertanian,” jelas Sugeng.
Tujuan dari program ini adalah menginspirasi lebih banyak anak muda untuk terjun ke sektor yang sering kali dianggap sebagai sektor yang sulit dan kurang menguntungkan.
Membangun Wirausaha dan Petani Milenial Lewat Program YESS
Selain itu, Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) terus diperkuat sebagai bagian dari upaya mendorong keberhasilan regenerasi petani.
Program ini bertujuan untuk mencetak petani milenial yang tidak hanya bekerja di sektor pertanian tetapi juga menjadi wirausahawan yang mandiri dan mampu mengembangkan usaha mereka.
Idha Widi Arsanti, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, menjelaskan bahwa salah satu tujuan utama Program YESS adalah meningkatkan kapasitas dan kompetensi petani muda, serta memperkenalkan mereka pada praktik pertanian yang lebih berkelanjutan dan menguntungkan.
“Program YESS bertujuan memperbanyak petani milenial dan meningkatkan kapasitas serta kompetensi mereka, mengingat banyak petani saat ini yang sudah berusia lanjut,” ujarnya.
Pendanaan Hibah untuk Petani Muda yang Inovatif
Sebagai bagian dari program YESS, pemerintah juga menyediakan pendanaan hibah yang bisa diakses oleh petani muda yang memiliki rencana bisnis di sektor pertanian. Ini bertujuan untuk mendorong lebih banyak generasi muda untuk membuka usaha pertanian yang lebih inovatif dan berkelanjutan.
Dengan adanya pendanaan ini, diharapkan sektor pertanian Indonesia akan berkembang lebih pesat dengan adanya ide-ide baru dan inisiatif dari petani milenial.
“Dengan demikian, Program YESS diharapkan dapat menciptakan wirausahawan muda di bidang pertanian yang mampu meningkatkan produksi pangan dan kesejahteraan petani di Indonesia,” ungkap Idha Widi Arsanti.
Meningkatkan Produksi Pangan dengan Pendekatan Milenial dan Teknologi
Regenerasi petani juga tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah petani muda, tetapi juga pada peningkatan produktivitas pangan dengan menggunakan teknologi yang lebih efisien. Teknologi ini dapat membantu mengatasi tantangan produksi yang dihadapi oleh petani, seperti keterbatasan lahan dan perubahan iklim.
Pemerintah, melalui berbagai program seperti YESS dan Brigade Pertanian, juga berupaya meningkatkan akses petani muda terhadap berbagai teknologi pertanian, sehingga mereka bisa lebih mudah beradaptasi dengan perubahan dan memaksimalkan hasil pertanian mereka.
Pentingnya Sinergi untuk Regenerasi Sektor Pertanian yang Berkelanjutan
Regenerasi petani yang sukses tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga membutuhkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta.
Dukungan yang holistik, baik dari sisi kebijakan, pendanaan, pelatihan, hingga pengembangan teknologi, akan mempercepat transformasi sektor pertanian Indonesia.
Dengan berbagai langkah yang telah dan akan dilakukan oleh pemerintah, diharapkan sektor pertanian Indonesia bisa bertahan dan berkembang meskipun menghadapi tantangan besar dalam regenerasi petani. Selain itu, diharapkan sektor ini bisa terus berperan penting dalam ketahanan pangan dan perekonomian negara.